Labels

Sunday, March 15, 2015

Jangan Mem-posting Keluhan di Jejaring Sosial

Bismillah,

Setiap orang pasti memiliki keluhan. Biasanya hal itu muncul karena adanya masalah yang belum terpecahkan. Dan itu manusiawi. Namun salah besar jika keluhan tersebut kemudian di-posting di jejaring sosial. Bukankah posting-an tersebut akan dibaca oleh khalayak ramai?
Apa tidak ada rasa malu ketika keluarga juga turut melihatnya?
Bukankah itu hanya akan membuka aib sendiri?
Menunjukkan karakternya yang sesungguhnya; seorang pengeluh yang ingin mencari sensasi?
Apakah puluhan tanda like dapat menentramkan kegundahan hati?
Apakah ada solusi yang jitu yang muncul melalui komentar-komentar "teman"?
Bukankah ada solusi di dalam surat Al Fatihah yang minimal dibaca seorang muslim tujuh belas kali sehari?

Alloh berfirman :
"... Iyyaa ka na'budu wa iyyaa ka nasta'iin..."
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan".

Lalu, mengapa harus berkeluh kesah di media jejaring sosial?
Mengapa tidak memohon pertolongan kepada Alloh?
Mengapa tidak meminta solusi dari Dzat Yang Maha Kuasa?
Yakinlah bahwa setiap masalah yang Alloh berikan bukan tanpa alasan.
Yakinlah bahwa ada hikmah dari setiap kejadian.

Dalam Surat Al Baqarah (2) ayat 286, Alloh berfirman :
"Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus 'ahaa..."
"Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...".

Akhirnya, masihkah perlu berkeluh kesah di jejaring sosial?

--Self reminder--




Wednesday, March 11, 2015

Riba dan Kemacetan

Bismillah,

Hari-hari di kota Jakarta dan sekitarnya sudah tidak asing dengan adanya kemacetan. Mulai dari pagi hingga malam hari, jalanan dipenuhi kendaraan bermotor. Bahkan saking padatnya, jalanan sudah hampir mirip tempat parkir.
Dalam sebuah kesempatan, saya kembali teringat dengan salah satu ceramah dari ustadz Erwandi Tarmizi mengenai riba yang menjadi penyebab terjadinya kemacetan di jalan raya.
Seperti yang diketahui, kemacetan terjadi karena jumlah kendaraan yang banyak hingga melebihi kapasitas jalan dan terjadi dalam satu waktu tertentu.
Mengapa jumlah kendaraannya banyak?
Karena orang-orang mudah untuk membelinya.
Lalu mengapa orang mudah membelinya?
Itu disebabkan adanya sistem kredit yang membuat orang bisa membeli dengan cara mengangsur.
Lalu apa salahnya dengan sistem kredit?
Masalahnya, perkreditan yang ada saat ini kebanyakan masih menerapkan sistem riba.

Alloh berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) ayat 275 :

"... wa ahallallaa hul bai'a wa harromarribaa ..." 

(Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.")

Ketika Alloh telah mengharamkan sesuatu, masihkah kita tetap mengambilnya?
Jika ya, maka bersiaplah menerima kehancuran dari-Nya.

-- Self reminder --

Sunday, March 8, 2015

Menggunakan Software Legal, InsyaAlloh Berkah

Bismillah,

Kelamaan tidak menulis, membuat jari-jari tangan ini agak kaku untuk mengetikkan kalimat pembuka. Sama seperti ketika berkenalan, yang paling sulit adalah saat pembukaan dan penutupan. Demikian, kalau tidak salah.
Kampanye perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual telah lama didengungkan. Pemerintah pun telah turut ambil bagian. Meski tak dapat dipungkiri bahwa aktualisasinya masih belum maksimal.
Dulu memang sempat dilakukan razia terhadap toko atau lapak yang menjual software bajakan. Kala itu, saya sendiri tidak terlalu peduli. Komputer di rumah pun masih menggunakan software bajakan. Mulai dari sistem operasi hingga aplikasi yang di pasang di dalamnya. Kalaupun ada yang legal, paling-paling yang gratisan alias freeware. Film-film bajakan juga tersusun rapi di dalam external harddisk hingga ber-giga-giga bytes.
Tapi cara pandang ini mulai berubah setelah membaca buku Ustadz Erwandi Tarmizi yang berjudul "Harta Haram Muamalat Kontemporer". Salah satu babnya membahas tentang masalah pembajakan hak paten.

Mengutip dari buku tersebut, ada dua fatwa ulama, yaitu sebagai berikut : 
1. Fatwa Majma' Al Fiqh Al Islami (Divisi Fikih OKI (Organisasi Konferensi Islam)) keputusan no.43 (5/5), muktamar ke-5 tahun 1988 di Kuwait : "Hak cipta dan hak paten dilindungi syariat, pemiliknya berwenang menggunakannya dan tidak boleh dilanggar (dibajak)."

2. Lembaga fatwa kerajaan Arab Saudi, fatwa no.18453 : "Tidak boleh menggandakan program komputer yang hak patennya dilindungi undang-undang tanpa seizin pemiliknya."

Belum puas dengan kedua fatwa tersebut, saya coba googling. Ternyata ketemu fatwa dari MUI yang bersumber dari situs resminya. Berikut alamat tautannya : http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/37.-Perlindungan-Hak-Kekayaan-Intelektual.pdf

Ketiga fatwa tersebut cukup menggoyahkan keinginan saya untuk tetap menggunakan software bajakan. Apalagi ketika penggunaannya adalah untuk mencari nafkah. Awalnya memang berat, seperti saat pertama kali akan berkenalan dengan seseorang. Namun ketika niat itu terus di hunjamkan ke dalam hati, Alloh akan menunjukkan jalan yang terbaik; insyaAlloh.

Dalam surat Al Baqarah : 168, Alloh berfirman :
"Yaa ayyuhannaasu kuluu mimmaa fil ardhi halaalan thoyyiban walaa tattabi'uu khutuwaatisy syaithoon innahuu lakum 'aduwwum mubiin."
Yang artinya : "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."

Pada bagian yang lain di surat Al 'Ankabuut: 17, Alloh berfirman :
"Innalladzii na ta'buduu na min duu nillaahi laa yamlikuu na lakum rizqon fabtaghuu 'indallaa hirrizqo wa'buduu hu wasy kuruu lah."
Artinya : "Sesungguhnya yang kamu sembah selain Alloh itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu, maka mintalah rezeki itu di sisi Alloh dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya."

Demikianlah jika segala sesuatu dikembalikan ke Al Quran dan Sunnah, insyaAlloh akan nampak solusi yang terbaik. Termasuk untuk masalah penggunaan software bajakan.
Jika belum mampu membeli yang original, lebih baik mencari dan menggunakan yang gratis. Namun jika yang gratis tidak ada, sebaiknya buang jauh-jauh keinginan untuk memakai kembali software bajakan. Cukupkan segala sesuatunya dengan hal yang sudah ada dan halal. InsyaAlloh itu lebih baik.

-- Self reminder --

Saturday, March 7, 2015

Remember The Death

Bismillah (in the name of Alloh),

Usually, my posts in this blog are all using Indonesian language. Maybe some of  my post' title using English, but the content is in Indonesia. But tonight (yes, it is about ten pe-em when I wrote this post), I will try my best to use english.
Well (this is one of my favourite english word), the theme of current post is about remember the death.
As mentioned in Al Quran :

"Kullu nafsin dzaa iqatul mauut ....."  (Ali Imron (3) verse: 185)
Which means : All the Living being will face death

It also means that we as human being, soon or later will be death. Lay inside dark creepy ground. In the hole with about two meters length and one meter width. And just alone, without our beloved or families. Our luxury houses, super cars, cool motorbikes, pile of money, mountain of golds or other treasuries will be left behind. Only the merit of our good deed that will accompany us until the judgment day.


So...,
When our pray are still not granted, remember the death.
When we still living in poverty, remember the death.
Even though we are rich, don't forget to remember the death.
When our goals are still not achieved, remember the death.
When we lost a member of  families, remember the death.
When we are in the deep sadness, remember the death.
Also when we are in the joyness, remember the death.
Cause soon or later, ready or not, death will come to us.

Don't wasting our free time. Every year, every month, every day, every second..., our living quota are decreased. Use it for doing good things. And don't forget to pray to Alloh.
The past is unreachable. The future is unpredictable. But today is a gift from Alloh. Cause today, we lived.

-- Self reminder --

Sunday, May 18, 2014

Menebarkan Cahaya Sunnah

Bismillah,

Dahulu, radio biasa digunakan untuk kirim-kirim salam dan memutar lagu-lagu favorit. Sekarang juga masih. Demikian juga halnya dengan media lain seperti televisi. Bedanya, fungsi televisi lebih luas karena memiliki audio dan visual. Pemakaiannya bisa lebih beragam.
Namun dewasa ini, fungsi radio dan televisi telah dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk menyampaikan dakwah Islam. Langkah ini dinilai dapat lebih memperluas syi'ar Islam, terutama yang berhubungan dengan sunnah Nabi. Selain melalui radio dan televisi, kajiannya juga dapat di dengarkan melalui streaming internet.

Berikut ini beberapa daftar Radio dan Televisi Sunnah yang ada di Indonesia :

*) Radio Rodja

    -) 756 AM (Jabodetabek)
        Alamat :
        Jl. Pahlawan (belakang Polsek Cileungsi)
        Kp. Tengah RT 03 / RW 03
        Cileungsi, Bogor – 16820

Merubah Blogspot Menjadi dotCom

Bismillah,

Bermula saat menemukan sebuah artikel di aditya-web , mengenai cara mengubah situs blogspot menjadi dot com. Setelah membacanya, jadi berminat untuk mengubah situs ini. Tutorialnya tersusun cukup runut dan rapi. Mudah diikuti oleh saya yang termasuk awam dalam urusan utak-atik situs.
Dimulai dari mendaftar domain di idwebhost dengan biaya sewa sekitar 95ribu setahun. Selanjutnya mengikuti langkah-langkah pengaturan sesuai tutorial yang disajikan. Dan, setelah menunggu sekitar 3 jam, drafterjogja[dot]blogspot[dot]com telah berubah menjadi drafterjogja[dot]com.

Thursday, May 15, 2014

Dijual Peralatan Fitness & Threadmill

Bismillah,

Dijual  :


1. Peralatan Fitness
  • Harga : 800 ribu (Nego)
  • Kondisi second
  • InsyaAllah masih bagus & bisa dipakai.
  • Lokasi di Yogyakarta.
  • Diutamakan untuk cek barang langsung, biar lebih mantap.
  • Kirim seluruh Indonesia insyaAllah bisa (biaya pengiriman sesuai kesepakatan).
  • Tanpa Perantara. 
  • Kontak : 0274-561302 / 082326300081
  • Lebih lanjut bisa lihat foto di bawah.


Sunday, December 23, 2012

Dijual Alat Terapi CERAGEM

BISMILLAH
DIJUAL :
1 set Alat Terapi CERAGEM Bekas.
Alat terapi ini digunakan untuk melancarkan peredaran darah serta mengendorkan otot2 yang tegang, terutama setelah melakukan aktivitas yang cukup berat. Selain itu juga dapat menyalurkan rasa hangat ke tubuh.
Perangkat terdiri dari :

1. Perangkat Ceragem (1 buah)
2. Batu giok 9 bola (2 buah)
3. Batu giok 3 bola (1 buah)

  • Kondisi fisik 85% namun perangkat masih berfungsi dengan baik & digunakan untuk terapi dengan frekuensi sedang.
  • Harga : Rp 8.500.000,- 


Lebih lanjut, lihat foto di bawah. 
CERAGEM + 9 Bola + 3 Bola

Saturday, November 3, 2012

Episode Krusial Sejarah Islam - Mu'awiyah bin Abu Sufyan (رضي الله عنه)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dulu, saya mengenal Mu'awiyah bin Abu Sufyan (رضي الله عنه) hanya sebagai seorang yang dhalim (dalam tanda kutip), karena berperang dengan khalifah Ali bin Abu Thalib (رضي الله عنه) kala itu. Namun, ada wawasan baru yang didapat setelah membaca sebuah buku terjemahan yang ditulis oleh DR.Ali Muhammad Ash-Shallabi yang berjudul "Mu'awiyah bin Abu Sufyan (رضي الله عنه) - Prestasi Gemilang Selama 20 Tahun Sebagai Gubernur dan 20 Tahun Sebagai Khalifah", terutama mengenai fitnah-fitnah yang terjadi di zaman tersebut.   


Saturday, September 1, 2012

Walker' Ballad - Lost in Campus (UNY)

Salah satu agenda pas mudik ke Jogja, yaitu napak tilas ke kampus tercinta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Niat awalnya hanya sekedar ingin melepas rasa kangen dengan suasana kampus yang dulu turut mengasah potensi diri. Namun ternyata, kampus ini telah bersolek sedemikian rupa. Cukup kaget juga saat melihat penampilannya di pertengahan tahun 2012 ini. Tapi karena keterbatasan waktu, tidak bisa menjelajahi seluruh area kampus. Berikut ini, beberapa tempat yang sempat disinggahi. 
(Lebih lengkap bisa dilihat disini)

Universitas Negeri Yogyakarta
(Pendidikan investasi masa depan)



Rektorat UNY
(Menara airnya masih kokoh menjulang)


Perpustakaan UNY
(pingin masuk ke dalam)
 
Museum Pendidikan Indonesia
(sekarang UNY punya museum)


Masjid Al-Mujahidin UNY
(semoga jamaahnya makin ramai)

Hotel & Training Center UNY 
(baru nih)

Kopma UNY
(semakin bagus)

Memori Pohon Beringin
(unforgettable)

Lorong Kenangan
(hati terasa bergetar saat berdiri disini)

Napak tilas ini memang membangkitkan kembali memori lama yang terpendam. Perjuangan masa lalu yang hampir terlupakan. Namun kini, sekedar menjadi pelipur lara dalam menjalani kehidupan. Memunculkan secercah harapan dalam keputus-asaan. Kira-kira, begitulah.  ^_^ 

--- o ---